Konon katanya, mata minus mampu disembuhkan dengan memakan wortel. Kabarnya, sayuran yang mengandung banyak vitamin A itu mampu mengurangi sampai menghilangkan mata minus di bawah 1. Tapi ternyata, anggapan ini salah kaprah. Sebab, menurut seorang dokter spesialis mata, dr Priyanto SpM (K), makanan para kelinci itu tak berkhasiat untuk menyembuhkan mata minus. Wah, kenapa ya?
Dr. H. Priyanto Sp.M.K, seorang dokter spesialis mata yang juga Ketua Kerohanian RSU Dr Soetomo mengungkapkan bahwa ada bermacam-macam gangguan pada mata. ‘‘Mata yang normal disebut emetrop, mata yang minus disebut miop. Sedangkan mata plus disebut hipermetrop, dan mata tua disebut presbiop,’’ terangnya.
Mata minus umumnya disebut rabun jauh karena penderitanya akan mengalami kesulitan saat melihat objek yang jauh. Sedangkan mata plus disebut rabun dekat karena penderitanya mengalami kesulitan saat akan melihat objek yang dekat.
Gangguan pada mata umumnya disebabkan karena adanya kelainan refraksi (Pembiasan). Hal ini disebabkan letak berkas cahaya yang dilihat jatuhnya tidak tepat di retina. ‘‘Pada mata minus cahaya akan jatuh di depan retina, sedangkan mata plus dibelakang retina,’’ ungkapnya.
Hingga kini kelainan mata yang banyak diderita adalah rabun jauh (mata minus-Red). Pasalnya, kelainan mata ini banyak diderita mulai anak-anak, remaja hingga dewasa. Dari jumlah ini ternyata paling banyak penderita yang mengalami rabun jauh dimulai sejak usia 15 tahun. Tak jarang mereka ditemukan menderita kelaianan rabun jauh saat masih duduk di bangku SD.
Menurut Priyanto, hal utama yang menjadi penyebab utama kelainan rabun jauh. Yaitu, pengaruh faktor keturunan. ‘‘Jadi, apabila sesorang memiliki orang tua yang matanya minus, biasanya matanya juga akan minus,’’ imbuhnya.
Upaya yang dilakukan sebagian orang untuk mengurangi minus pada mata dengan mengkonsumsi wortel yang juga sumber vitamin A itu ternyata merupakan upaya yang salah kparah. Karena mata minus dipengaruhi oleh faktor keturunan, maka mengkonsumsi wortel tidak akan berpengaruh pada bertambah atau berkurangnya nilai minus pada mata.
‘‘Seiring meningkatnya umur seseorang, biasanya minusnya akan bertambah dan baru berhenti ketika berumur 20 tahun. Jadi, meskipun makan banyak wortel tapi tidak akan mengurangi minus pada mata apalagi sampai menyembuhkannya,’’ terang Dokter yang berpraktek di Jalan Karang Menjangan ini.
Kacamata dan lensa kontak adalah alat bantu yang lazim digunakan. bagi mereka yang memiliki kelainan pada mata. Satu-satunya upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nilai minus pada mata adalah dengan melakukan operasi yang kini lazim disebut operasi lasik. operasi ini menggunakan metode dengan menembakkan laser ke kornea mata.
‘‘Tapi proses lasik ini sebaiknya dilakukan setelah usia 20 tahun, setelah minusnya menetap,’’ himbaunya.
Sedangkan untuk rabun dekat, faktor usia merupakan penyebab utama kelainan mata ini. Jadi, semakin tua umur seseorang maka semakin rentan mengalami mata plus. Bila minus pada mata seseorang akan menetap pada usia 20 tahun, maka sebaliknya, nilai plus pada mata seseorang akan bertambah setelah usia 40 tahun. Hal inilah yang dimaksud dengan kelainan mata tua atau presbiop. Kelainan ini disebabkan oleh daya akomodasi mata yang sudah berkurang.
‘‘Pada usia 40 biasanya matanya akan mengalami plus satu, kemudian bertambah setengah setiap lima tahunnya sampai maksimal plus tiga,’’ ujarnya.
Bertambahnya nilai plus pada mata ini akan diakumulasikan dengan nilai minus yang sudah dimiliki sebelumnya. ‘‘Jadi, kalau ada orang yang sebelumnya matanya minus satu, bisa jadi pada saat usia 40 dia tidak akan mengalami plus tapi justru matanya menjadi normal,’’ pungkasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar